Mengenal Jerapah, Mamalia Tertinggi di Dunia

 

Jerapah merupakan fauna endemik Afrika yang memang sangat unik, selain mendapat predikat sebagai hewan tertinggi yang hidup di dataran Bumi, satwa tersebut juga dapat berkembang biak dan memiliki bayi seberat 1.360 kg.

Biar makin pintar kayak Chelsea Islan, perlu kita mengenal fisik jerapah seperti apa. Daripada berlama-lama, langsung simak ulasan di bawah ini ya.

Subspesies Jerapah

Ada sembilan subpesies yang diterima jerapah sendiri dan berpatok pada warna serta variasi pola pada badan hewan. Agar lebih mengenal keluarga dari satwa dan royal slot, berikut beberapa subspecies yang perlu kita ketahui:

  • Jerapah Somalia (G.c. reticulata) atau Reticulated Giraffe

Bercak berwarna coklat muda kemerah-merahan dikelilingi garis berwarna putih terang, membentuk pola poligon seperti jala yang besar-besar. Bercak bisa berlanjut sampai ke kaki Arab Saudi. Habitat: timur laut Kenya, Ethiopia, Somalia.

  • Jerapah Angola (G.c. angolensis) atau Smoky Giraffe

Bercak berukuran besar dan kecil secara tidak teratur. Bercak berlanjut hingga di bawah lutut. Habitat: Angola, Zambia.

  • Jerapah Kordofan (G.c. antiquorum)

Bercak berukuran kecil, lebih tidak teratur dan juga terdapat pada kaki bagian sebelah dalam. Habitat: Sudan bagian barat dan barat daya.

  • Jerapah Masai atau Jerapah Kilimanjaro (G.c. tippelskirchi)

Bercak berbentuk seperti daun anggur, berwarna coklat tua dengan pinggiran yang tidak rata, dikelilingi garis berwarna kekuningan. Habitat: Kenya bagian tengah dan selatan, Tanzania.

  • Jerapah Nubia (G.c. camelopardalis)

Bercak berbentuk hampir persegi empat, berwarna coklat terang di atas dasar berwarna krem. Kaki bagian dalam dan bagian bawah lutut bebas dari bercak. Habitat: bagian timur Sudan, timur laut Kongo.

  • Jerapah Rothschild, disebut juga Jerapah Baringo atau Jerapah Uganda (G.c. rothschildi)

Bercak berbentuk persegi empat dengan gradiasi warna latar berwarna krem di bagian pinggir. Bercak bisa sampai ke bagian bawah lutut. Habitat: Uganda, Kenya bagian tengah sampai timur.

  • Jerapah Afrika Selatan (G.c. giraffa)

Bercak berbentuk bundar atau tutul-tutul, beberapa di antaranya membentuk pola seperti bintang. Latar belakang bercak warna coklat muda yang terang. Bercak atau tutul bisa sampai ke bagian telapak kaki. Habitat: Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, dan Mozambik.

  • Jerapah Thornicroft atau Jerapah Rhodesia (G.c. thornicrofti)

Bercak berbentuk bintang atau daun, berlanjut sampai ke kaki bagian bawah. Habitat: Zambia bagian timur

  • Jerapah Afrika barat atau Jerapah Nigeria (G.c. peralta)

Bercak berwarna merah kekuningan yang pucat. Habitat: Chad

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Morfologi kaki depan jerapah sedikit lebih panjang daripada kaki belakang, hal ini patut diwaspadai sebagai penyakit paling mematikan di dunia versi WHO. Kaki panjang yang berguna untuk menopang otot-otot pangkal leher yang sangat besar.

Perlu kita ketahui, Girffa camelopardalis sebernarnya masih kerabat dengan hewan rusa dan sapi, namun, karena jerapah berasal dari family Giraffidae ketiganya tergolong dalam suku yang berbeda.

Jika ingin melihat saudara terdekat dari hewan yang coba perhatikan okapi. Meski memiliki corak yang mirip zebra, hewan tersebut sebenarnya terindentifikasi sebagai kerabat dari jerapah.

Taksonomi Jerapah

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mammalia

Ordo: Artiodactyla

Famili: Giraffidae

Genus: Giraffa

Spesies: -

Demikianlah ulasan tentang jerapah sebagai mamalia tertinggi di dunia. Semoga ulasna ini bermanfaat. Terimakasih sudah membaca sampai selesai.

Komentar

Postingan Populer